SEARCH

NEWS
Tertolong Produk Premium

 

Pada awal tahun ini pangsa pasar Sony Ericsson di Indonesia nyaris habis tergerus kompetitor. Produk premium membuat Soner mulai menggeliat.

Sepertinya, langkah Sony Ericsson bermain di kelas premium membuahkan hasil. Di pasar global, Soner tahun ini meraup untung sebesar 31 juta euro atau sekitar Rp 376 miliar, bahkan melebihi ekspetasi yang ditargetkan perusahaan. Keuntungan ini bisa menutup kerugian perusahaan senilai 42 juta di kuartal sebelumnya.

Hal ini disampaikan secara resmi oleh perusahaan raksasa tersebut, Jumat (14/10). Kabar yang dirilis Soner pada Jumat (14/10), disebutkan bahwa dari angka tersebut,  smartphone menyumbang angka penjualan 80 persen. Dan di kuartal terakhir ini, pihak Soner menyatakan pangsa pasar mereka secara global meningkat menjadi 12 persen. 

Padahal, Soner sempat tertinggal dengan vendor-vendor ternama lain. Pangsa pasarnya sempat jatuh. Kalah dengan Samsung yang sempat meraup pangsa pasar 12 persen. Di Indonesia, Nexian mengungguli Soner dengan pangsa pasar sebesar 8 persen.

Ini berarti langkah Soner merubah haluan terbilang berhasil. Tepatnya, awal 2010, Soner membuktikan komitmen untuk secara penuh bermain pada kelas premium. “Perlahan-lahan, kami akan meninggalkan feature phone dan fokus ke smartphone,” ujar Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson ditemui di Jakarta, Jumat (21/10).

Android yang sedang meroket pun akhirnya menjadi pilihan manis sebagai platform produk smartphone. Muncul Xperia Series sebagai andalan Sony Ericsson, ponsel pintar entertainment yang disuguhkan kepada masyarakat global. “Kita menyediakan produk kelas premium di setiap segmen harga middle high hingga high. Harga masuk akal, namun fitur tetap berkualitas,” tutur Djunadi.

Untuk memikat masyarakat global, Sony Ericsson bahkan rela mengadopsi beberapa fitur unggulan milik Sony untuk disematkan ke dalam produknya. Sebut saja teknologi layar Mobile Bravia Engine dan teknologi kamera Exmor R Mobile pada Xperia Arc, dan konsol PS bersertifikat Playstation pada Xperia Play. Djunadi mengatakan, ke depan akan memasukkan beberapa fitur andalan Sony ke jajaran produk Xperia.

Pihak Soner menginformasikan, perusahaannya berhasil menjual sekitar 9.5 juta unit ponsel, dengan rincian 2.2 juta unit smartphone Xperia dan sisanya berupa feature ponsel. Meningkat sekitar 33 persen dibanding tahun lalu.

Soner boleh saja bernapas lega. Tetapi tidak bisa terus terlena karena persaingan di segmen ponsel pintar kian kompetitif.  Soner harus menembus persaingan dengan Apple yang mencatat penjualan fantastis iPhone 4S nya di hari pertama. Masih ada Samsung, LG, dan HTC. “Kami fokus di smartphone, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk memproduksi ponsel berplatform lain ke depannya,” tambah Djunadi lagi.

Bahkan untuk menyesuaikan dengan demand, Soner akan mengandalkan Android. “Android trend-nya sedang booming. Karena open platform, kustomisasi di dalamnya lebih fleksibel,”.

Baginya keekslusifan OS yang dimiliki vendor lain tidak serta merta disesuaikan dengan keinginan pasar. Maka, saat ini Soner belum bisa mengembangkan OS khusus smartphone buatan sendiri layaknya OS yang dimiliki vendor semacam Apple atau RIM. Hal ini dikarenakan OS yang di­pro­­duksi belum optimal. (Corry Anestia )

E-PAPER


REVIEW
 
K-Touch G1000

Tampilan Menu Modern,Ponsel berdesain candybar ini cukup nyaman digunakan. K-Touch G100 menghadirkan tampilan menu aplikasi yang menarik dan modern.

Huawei Ideos X5

Huawei membekali Ideos X5 dengan Android Froyo dan layar sentuh berukuran 3.8 inci.

 
  nokia | blackberry | samsung | sony ericsson | motorola | apple | htc | nexian | huawei | csl blueberry | ti-phone | vittel | k-touch | movi | cross | micxon | asiafone | bold | taxco | etouch | lexus | i-mobile | beyond | titan | venera | takuma | pixcom | lenovo | polytron | philips  
 

Copyright © 2010 - 2011 Lanskap Media Kreasi. All Right Reserved