SEARCH

NEWS
Android Kuntit Blackberry

Pengguna Blackberry di Indonesia tumbuh subur. Hingga akhir tahun, diperkirakan pengguna Blackberry menembus angka 4 juta. Di sisi lain, juga terjadi booming ponsel pintar berbasis Android.

Telkomsel dalam kurun waktu dua tahun berhasil mengakuisisi sekitar 3 juta pelanggan Blackberry. Meningkat hampir 300 persen dari akhir tahun lalu yang berjumlah 1 juta pelanggan. Sementara, XL juga tumbuh signifikan. Di kuartal ketiga, XL memiliki 1.4 juta pelanggan Blackberry.

Padahal di kuartal 1 tahun 2011, pelanggan Blackberry XL masih berkisar 750 ribu. “Faktanya, sampai sekarang Blackberry masih menjadi primadona,” kata Stevanus Suryanda, Corporate Communications Area Department Jabotabek – Jabar.

Hal ini didukung dengan demand pasar yang masih kuat dengan ponsel pintar asal Kanada itu. Apalagi, gaya hidup masyarakat kini selalu ingin terhubung dengan dunia maya. Ponsel pintar menjadi jawabannya. Namun, Axis menganggap pertumbuhan Blackberry kurang signifikan. Hal itu ditegaskan Syakieb Ahmad Sungkar, Direktur Sales Axis, usai peluncuran Internet Untuk Rakyat, Senin (24/10). Axis menangkap kesempatan perkembangan smartphone, khususnya Android. “Vendor semakin banyak, pasokannya juga tidak terbatas dengan harga yang murah,” tuturnya. Bukan berarti Axis akan berhenti menyediakan layanan Blackberry.

Axis baru melebarkan sayap menyediakan layanan data untuk smartphone berbasis Android, iOS, Windows, dan Symbian dengan kecepatan akses 3.64 Mbps. Axis per akhir tahun lalu hanya memiliki sekitar 80 ribu pelanggan Blackberry, kini meningkat menjadi 140 ribu pelanggan. Apa yang disampaikan Axis cukup beralasan mengingat keuntungan untuk RIM, melalui hubungan kerja sama dengan operator, dinilai terlalu besar. “Idealnya, sistemnya bagi hasil atau revenue sharing. RIM terlalu banyak meminta setoran,” ujar Syakieb.

Telkomsel dan Axis, harus menyetor sekitar 6-7 dollar per bulan per pelanggan ke kantor pusat RIM di Kanada. Sebagai ulasan, RIM memperoleh pendapatan Rp 189 miliar per bulan atau sekitar Rp. 2,3 triliun per tahun. Lewat kerjasama dengan enam operator telepon seluler di Indonesia.

Pengguna Blackberry harus merogoh kocek Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per bulan untuk menikmati layanan Blackberry Internet Service. Bisa jadi, Axis menganggap bisnis operator dengan RIM ini justru merugikan dan tidak sesuai dengan ekspetasi. Bayangkan uang yang harus disetor operator seperti Axis ke RIM terbilang lumayan besar, sementara pelanggan Axis hanya 140 ribu. Untuk menyelamatkan setidaknya seperempat dari pendapatan mereka, Axis mulai menggarap paket data untuk smartphone dengan OS lain.

Layanan data sendiri menyumbang 30 persen dari total pendapatan Axis. Terkait dengan perkembangan, Axis berharap data menjadi salah satu tumpuan. Targetnya menembus angka 16-17 juta pelanggan di akhir tahun ini. “Yang ditargetkan sebenarnya bukan jumlah pelanggan, tetapi berapa banyak pelanggan yang menggunakan internet,” jelas Syakieb lagi. Axis mengharapkan, LTE akan bisa dinikmati tahun depan sehingga pelanggan dapat menikmati akses layanan data yang cepat. (Corry Anestia )

E-PAPER


REVIEW
 
K-Touch G1000

Tampilan Menu Modern,Ponsel berdesain candybar ini cukup nyaman digunakan. K-Touch G100 menghadirkan tampilan menu aplikasi yang menarik dan modern.

Huawei Ideos X5

Huawei membekali Ideos X5 dengan Android Froyo dan layar sentuh berukuran 3.8 inci.

 
  nokia | blackberry | samsung | sony ericsson | motorola | apple | htc | nexian | huawei | csl blueberry | ti-phone | vittel | k-touch | movi | cross | micxon | asiafone | bold | taxco | etouch | lexus | i-mobile | beyond | titan | venera | takuma | pixcom | lenovo | polytron | philips  
 

Copyright © 2010 - 2011 Lanskap Media Kreasi. All Right Reserved