SEARCH

NEWS
CDMA Masih Berpeluang

GSM kini semakin melesat. CDMA bertahan di tengah ketatnya persaingan. Smartfren menawarkan layanan data. Esia fokus pada voice dan SMS. Sedang Starone tak terdengar gaungnya.

Selama ini, image CDMA di masyarakat Indonesia cenderung mengarah pada kata murah. Pertama adalah tarif murah. Tarif murah operator CDMA ini dulu kurang diikuti dengan kualitas jaringan. Sehingga dianggap wajar jika tarifnya murah.

Tengok saja Esia, yang sempat bermasalah pada ja­ri­ngan beberapa tahun lalu. Ha­nya sekitar 30% pelanggan ya­ng menyatakan puas dengan la­yaran Esia. Setelah berbenah de­ngan memperbanyak BTS, ki­ni Esia mengklaim 75 persen pe­langgannya terlayani dengan baik.

Image murah lainnya adalah handset CDMA yang umumnya berharga murah. Esia dan Smart­fren tidak pernah absen me­nghadirkan handset low class de­ngan harga kurang dari Rp500 ribu.

Persoalannya, tarif murah dan handset murah, akhirnya juga menjadi jualan operator GSM. Di sisi lain, handset CDMA tidak sebanyak GSM. Akibatnya, ruang bagi operator CDMA semakin sempit.

“Kalau handset GSM kan banyak, untuk CDMA susah. Tapi kita ada rencana untuk bundling lagi,” ujar Ridzki Kramadibrata, EVP of Marketing, Products & CRM Esia. Meski demikian, ke depannya Esia sudah menyiapkan handset untuk bundling, dan akan fokus meningkatkan layanan voice dan SMS melalui kampanye Melek Tarif Sadar Sinyal.

Smartfren juga sudah memiliki planning memasok handset branded, seperti tablet dan smartphone. “Rencana sudah ada untuk tahun depan. Saat ini sudah ada iPad, iPhone, dan Blackberry,” kata Hermansyah, Divisi Mobile Broadband Data and Product, Teknologi yang diusung CDMA saat ini, secara kualitas, tidak jauh berbeda dengan GSM. Smartfren misalnya, yang meluncurkan teknologi EVDO Rev B phase 2, Kamis (21/10). Teknologi itu mampu menjangkau kecepatan data hingga 14.7 Mbps setara dengan teknologi GSM 3.5G.

Hermansyah berharap, dengan peluncuran teknologi itu, ARPU Smartfren akan naik dengan target penambahan pelanggan 100 ribu. “Teknologi ini baru dinikmati di Jabodetabek. Selanjutnya tahun ini akan diimplementasikan di empat kota,” katanya. Hermansyah juga menargetkan setidaknya di tahun 2012 mendatang ada tambahan pelanggan sebanyak 3.5 juta

Karena itu, Chief Technology Officer Smartfren, Merza Fachys mengatakan,“CDMA tetap berpeluang. Hampir setengah milyar orang di dunia, sekitar 534 juta, memakai CDMA”.  Menurut dia, setidaknya sudah 325 operator di dunia menggunakan teknologi CDMA. Smartfren bahkan berada di peringkat ketujuh, operator yang sudah memakai teknologi Rev. B Phase 2. “Rusia, Amerika Serikat, dan Jepang, contoh negara yang memakai CDMA. Jadi, bohong kalau CDMA mau mati,” tuturnya.

Untuk memperkuat layanannya, Smartfren masih menjagokan layanan data untuk meraup pangsa pasar. Program ‘I Hate Slow’ yang dikampanyekan Smartfren dengan meluncurkan kartu internet Smartfren beberapa waktu silam, dinilai menuai respon positif. “Kuartal empat tahun ini, ada peningkatan pelanggan sebanyak 500 ribu- 1,2 juta,” ucap Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren.

Senada dengan Smartfren, beberapa bulan lalu Esia mengampanyekan program Melek Tarif Sadar Sinyal. “Ada peningkatan pelanggan dari 13.1 juta di kuartal kedua menjadi 14 juta di kuartal ketiga tahun ini,” kata Ridzki Kramadibrata. Program yang dijalankan di 12 kota di seluruh Indonesia ini, setidaknya lebih dari 39 ribu masyarakat membuktikan tarif murah yang diklaim Esia.

Justru mungkin saat ini, Starone yang mulai kedodoran. Lama tak terdengar gaungnya, operator berteknologi CDMA 2000-1X milik Indosat, ini seolah mati suri. “Kami hingga saat ini masih mempertahankan StarOne, mengkaji strategi ke depan serta memberikan beberapa paket layanan terbaik untuk pelanggan,” tutur Djarot Handoko, Division Head Public Relations Indosat.  (Corry Anestia )

No.
Operator CDMA
JumlahPelanggan
BTS
1. Smartfren ±7 juta ± 4000 unit
2. Esia ± 14 juta ± 4000 unit
3. Flexi ± 18 juta ± 5600 unit

 

E-PAPER


REVIEW
 
K-Touch G1000

Tampilan Menu Modern,Ponsel berdesain candybar ini cukup nyaman digunakan. K-Touch G100 menghadirkan tampilan menu aplikasi yang menarik dan modern.

Huawei Ideos X5

Huawei membekali Ideos X5 dengan Android Froyo dan layar sentuh berukuran 3.8 inci.

 
  nokia | blackberry | samsung | sony ericsson | motorola | apple | htc | nexian | huawei | csl blueberry | ti-phone | vittel | k-touch | movi | cross | micxon | asiafone | bold | taxco | etouch | lexus | i-mobile | beyond | titan | venera | takuma | pixcom | lenovo | polytron | philips  
 

Copyright © 2010 - 2011 Lanskap Media Kreasi. All Right Reserved